BEKERJA = FII SABILILLAH
BEKERJA = FII SABIILILLAH
Bekerja merupakan salah satu aktifitas untuk memenuhi kebutuhan hidup seseorang. Dengan bekerja, seseorang akan mendapatkan suatu harta yang kemudian harta tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi maupun keuarga.
Secara kasat mata, seorang yang bekerja, tujuannya tiada lain hanyalah untuk mendapatkan harta dan hanyalah berkutik dalam masalah duniawi saja. Tetapi, dibalik apa yang terlintas dalam pandangan, sebenarnya dalam bekerja terdapat nilai pahala yang luar biasa ketika tujuan bekerja ialah untuk menuhi kebutuhan diri sendiri, orang tua, maupun keluarga. Berbeda lagi ketika ia bekerja akan tetapi bertujuan untuk sekedar memperbanyak harta saja, maka ia telah keluar dari nilai ibadah.
Dalam kitab Tanbihul Ghofilin dijelaskan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallama bersabda :
مَنْ سَعَى عَلَى نَفْسِهِ لِيَعِفَّهَا فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَمَنْ سَعَى عَلَى وَالِدَيْهِ لِيَعِفَّهُمَا فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَنْ سَعَى عَلَى عِيَالِهِ لِيَعِفَّهُمْ فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَمَنْ سَعَى مُكَاثِرًا فَهُوَ فِي سَبِيلِ الشَّيْطَانِ»
Artinya : barang siapa bekerja untuk menjaga dirinya sendiri, maka ia fii sabiilillah, barang siapa bekerja untuk menjaga kedua orang tuanya, maka ia juga fii sabilillah, dan barang siapa bekerja untuk menjaga keluarganya, maka ia juga fii sabilillah, dan barang siapa bekerja hanya untuk memperbanyak harta maka ia di jalan syaithon.
Betapa besarnya pahala seseorang yang bekerja untuk menjaga diri sendiri, kedua orang tua maupun untuk keluarga, bahkan pahala menafkahi keluarga, lebih besar daripada nafkah fii sabiilillah.
Sahabat Anas bin Malik radliyallahu 'anhu pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallama
يَا رَسُولَ اللَّهِ: النَّفَقَةُ عَلَى الْعِيَالِ أَحَبُّ إِلَيْكَ أَمِ النَّفَقَةُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ قَالَ: «دِرْهَمٌ يُنْفِقُهُ الرَّجُلُ عَلَى الْعِيَالِ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَلْفِ دِينَارٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ» .
Artinya : wahai Rasulullah, mana yang lebih engkau sukai diantara nafkah kepada keluarga dan nafkah fii sabililah ? Rasulullah menjawab : satu dirham yang di nafkahkan kepada keluarga, lebih aku sukai daripada seribu dinar yang dinafkahkan fii sabilillah.
Begitu besarnya pahala bekerja, maka seyogyanya seseorang selalu ingat bahwa saat bekerjapun ialah termasuk melaksanakan ibadah sehingga dapat memompa semangat giat bekerja yang sama artinya ia giat dalam beribadah.
Kutipan : kitab Tanbihul ghofilin
