1 SHALAWAT vs 70.000 SIKSA

 1 SHALAWAT vs 70.000 SIKSA


Dikisahkan ada seorang wanita mendatangi syeikh Al-hasan Al-bashri untuk bertujuan meminta ijazah agar bisa bermimpi bertemu putrinya yang telah wafat. Setelah berbincang-bincang akhirnya syeikh Al-Hasan Al-Bashri memberi ijazah yakni : setelah melaksanakan sholat isya' untuk melaksanakan sholat empat rekaat, dengan membaca surat alfatihah dan surat at-takaatsur 1x pada setiap rekaatnya. Kemudian setelah melaksanakan shalat empat rekaat untuk berposisi tidur miring sambil membaca shalawat terhadap nabi sampai tertidur.


Setelah mendapat ijazah tersebut, wanita itu melaksanakan apa yang diijazahkan syeikh kepada dirinya. Benar, ternyata dalam tidurnya ia bermimpi bertemu putrinya yang telah meninggal. Dalam mimpi itu, si putri dalam keadaan tersiksa dan dirantai serta dibelenggu. Melihatapa yang ia lihat dalam mimpinya, dengan perasaan sedih dan tidak tega, si wanita itu datang lagi kepada syeikh Al-Hasan Al-Bashri dan menceritakan apa yang ia lihat dalam mimpinya. Kemudian syeikh Al-Hasan Al-Bashri memberi solusi agar si wanita tersebut bershodaqoh dan pahala shodaqohnya dikhususkan untuk putrinya yang telah meninggal.



Kemudian dimalam harinya, syeikh Al-Hasan Al-Bashri bermimpi seolah - olah syeikh berada di taman surga, di taman tersebut ada sebuah singgasana yang diduduki oleh perempuan yang sangat cantik bermahkotakan cahaya yang indah. si perempuan cantik tersebut bertanya kepada syeikh : "wahai syeikh, apakah engkau mengenalku?" Syeikh Al-Hasan Al-Bashri menjawab :"tidak, aku tidak mengenalmu, memangnya engkau siapa?" Si perempuan menjawab : "aku ialah putri dari wanita yang mendatangimu untuk meminta ijazah bertemu anaknya yang telah wafat". Dengan takjub dan kaget syeikh bertanya kepada perempuan tersebut "wahai perempuan, bukankah engkau tadi malam dalam keadaan disiksa, dirantai serta dibelenggu? Lantas apa yang menyebabkan engkau bisa lepas dari siksaan-siksaan dan engkau juga mendapatkan kemuliaan seperti ini?" Dengan tenang, perempuan itu menceritakan apa yang ia alami : "benar syeikh, tadi malam aku bersama tujuh puluh ribu orang dalam siksaan yang menyakitkan, saat itu juga ada satu orang shalih yang melewati kuburan kami, ia membaca satu kali shalawat kepada baginda nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallama yang kemudian pahala dari satu shalawat tersebut dihadiahkan kepada arwah yang jenazahnya dikubur di pemakaman kami. Berkat pahala satu shalawat itulah, Allah membebaskan kami dari siksaan - siksaan alam barzakh dan juga Allah memberi kemuliaan kami seperti apa yang engkau lihat saat ini."


Kutipan : kitab Is'aadur rofiiq syarah Sullamut taufiq





Postingan populer dari blog ini

Hasyiyah Abi Jamroh

Maktabah Syamilah (free)

Jawahir Lu'luiyyah