JANGAN BEPERGIAN DI PAGI HARI JUM'AT

 JANGAN BEPERGIAN DI PAGI HARI JUM'AT !!



Shalat jum’at (jum’atan) adalah ibadah yang dilakukan sepekan sekali yaitu pada hari jum’at di waktu dluhur. Hukum melaksanakannya ialah fardlu a’in bagi yang terkena kewajibannya.

Ada beberapa syarat dimana seseorang divonis terkena kewajiban melaksanakan shalat jum’at, yaitu seorang muslim, baligh, berakal, laki-laki, merdeka (tidak budak), sehat, dan menetap di daerah didirikannya shalat jum’at.

• صلاة الجمعة

{فصل} (وشرائط وجوب الجمعة سبعة أشياء: الإسلام، والبلوغ، والعقل)؛ وهذه شروط أيضا لغير الجمعة من الصلوات، (والحرية، والذكورية، والصحة، والاستيطان)؛ فلا تجب الجمعة على كافر أصلي وصبي ومجنون ورقيق وأنثى ومريض ونحوه ومسافر.

[محمد بن قاسم الغزي، فتح القريب المجيب في شرح ألفاظ التقريب = القول المختار في شرح غاية الاختصار، صفحة ٩٨]

Seorang yang non-muslim, belum baligh, tidak berakal, wanita, budak, sakit dan sedang bepergian, tidak terkena kewajiban melaksanakan shalat jum’at, hanya saja ia tetap diperbolehkan melaksanakannya.

Ada suatu konsep yang menyatakan bahwa seorang musafir (sedang bepergian) tetap wajib melaksanakan shalat jum’at, yaitu ketika ia mulai bepergian diwaktu setelah subuh hari jum'at. Karena bepergian yang dimulai setelah subuh dihari jum’at ialah hukumnya haram jikalau nanti diperjalanan ia tidak memungkinkan melakukan jum’atan. Sehingga dari keharaman tersebut, tidak gugur kewajiban shalat jum’atnya. Begitupun ia juga tidak diperbolehkan mengambil rukhsah seperti jama’ dan qoshor selama ia masih mungkin melaksanakan shalat jum’at ditengah perjalanan. Adapun ketika ia sudah tidak mungkin melaksanakan shalat jum’at di perjalanan maka ia diperbolehkan mengambil rukhsah-rukhsahnya safar (bepergian) dan hitungan mulai dianggap safar ialah ketika ia kehilangan jum’atannya karena telah selesainya sabab ma’shiyat yakni tertinggalnya shalat jum’at.

Referensi :

(قوله: فلا تسقط عنه الجمعة) المناسب فيحرم عليه السفر، ولا تسقط عنه الجمعة.

(قوله: مطلقا) أي سواء خشي من عدم سفره ضررا أم لا، وذلك لأنه في حكم المقيم.

(قوله: وحيث حرم عليه السفر هنا) أي بأن سافر بعد فجر يوم الجمعة ولم تمكنه في طريقه ولم يتضرر بتخلفه.

(وقوله: لم يترخص) أي برخص السفر من القصر والجمع والتنقل إلى جهة مقصدة.

(وقوله: ما لم تفت الجمعة) قيد في عدم الترخص، أي لم يترخص مدة عدم فوات الجمعة بأن يبقى وقت يسعها وخطبتها.

فإن فاتت الجمعة بخروج وقتها أو باليأس منها، ترخص من حين الفوات.

(قوله: فيحسب ابتداء سفره الخ) مفرع على مفهوم القيد، أي فإن فاتت فيحسب ابتداء سفره من وقت فوتها، لانتهاء سبب المعصية.

[البكري الدمياطي، إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين، ١١١/٢]


Postingan populer dari blog ini

Hasyiyah Abi Jamroh

Maktabah Syamilah (free)

Jawahir Lu'luiyyah